| Description |
Komposisi kimia daun dan batang dari rumput tropis, Sorghum stipodeum, Themeda australis, Iseilema
vaginiflorum, Brachyacne convergens, Dicanthium fecundum (berdaun lebar, bl dan berdaun kecil, nl), Enneapogon
polyphyllus, Panicum sp, and Eriachne obtuse dianalisa. Rumput-rumput tersebut mulai dipanen pada saat permulaan
berbunga sampai tanaman menjadi kering dengan interval 9, 12, 16, 23 dan 36 hari. Pada semua jenis rumput yang
dianalisa, kandungan konstituen dinding sel yang diukur dengan analisis neutral detergent fiber (NDF) lebih tinggi didalam
batang dari pada didalam daun (84% vs 75%). Lima dan 8 dari 9 species tersebut berbeda nyata antara batang dan daun
masing-masing untuk kandungan ADF (54,20% vs 51,10%) dan lignin (8,60% vs 5,40%). Pada 5 species yang dianalisis,
semuanya mengandung protein kasar (CP) lebih tinggi didalam daun dari pada didalam batang (5% vs 2,5%), dan semuanya
mengandung karbohidrat larut dalam air (WSC) yang tidak berbeda nyata (3%) didalam daun maupun didalam batang. Tiga
dari 5 species yang dianalisis menunjukkan kandungan extrak larut dalam air (WSE) yang lebih tinggi didalam daun dari
pada di dalam batang (12,30% vs 9,40%). Enam dari 9 jenis rumput tersebut, mengandung NDF, ADF dan lignin yang
tidak berbeda nyata antara periode panen karena rumput-rumput tersebut sudah pada tingkat pertumbuhan yang lanjut.
Empat dari 5 species yang dialanisis untuk CP dan 2 dari 5 species yang dianalisa untuk WSE dan WSC menunjukkan
kecenderungan penurunan dengan bertambahnya umur tanaman. Diperkirakan bahwa dengan tingginya kandungan NDF
dan rendahnya kandungan CP pada rumput-rumput tersebut, akan membatasi konsumsi ternak dan ternak akan kehilangan
bobot badan. Daun dapat dijadikan faktor untuk seleksi pada rumput tropis.
|